Nidome no Jinsei wo Isekai de Mengenal Cerita dan Kontroversinya
Genre isekai telah mendominasi pasar literatur Jepang selama lebih dari satu dekade terakhir. Namun, di antara ribuan judul yang beredar, Nidome no Jinsei wo Isekai de atau yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "New Life+: Young Again in Another World" menempati posisi yang cukup unik sekaligus kontroversial. Karya yang lahir dari tangan penulis Mine Main Kun ini awalnya mendapatkan sambutan hangat karena premisnya yang cukup menyegarkan tentang kehidupan kedua bagi seorang pria tua yang telah melewati masa hidup penuh peperangan.
Serial ini memulai perjalanannya sebagai web novel di platform Shousetsuka ni Narou sebelum akhirnya diangkat menjadi light novel oleh penerbit Hobby Japan. Bagi para penggemar fantasi, Nidome no Jinsei wo Isekai de menawarkan narasi yang memadukan elemen petualangan klasik dengan pengembangan karakter yang sangat kuat. Namun, untuk memahami mengapa seri ini begitu sering dibicarakan, kita tidak bisa hanya melihat dari satu sisi ceritanya saja, melainkan juga harus meninjau aspek luar cerita yang sempat menggemparkan industri hiburan Jepang.

Sinopsis dan Premis Utama Nidome no Jinsei wo Isekai de
Cerita berpusat pada sosok Renya Kunugi, seorang pria tua berusia 94 tahun yang meninggal dunia dengan tenang setelah menjalani hidup yang sangat panjang dan penuh peristiwa. Renya bukanlah orang biasa; dia adalah seorang petarung ulung yang konon telah membunuh ribuan orang selama masa perang di dunia asalnya. Setelah kematiannya, dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang mengaku sebagai Dewa. Sang Dewa meminta Renya untuk bereinkarnasi ke dunia lain guna membantu memulihkan keseimbangan di sana.
Berbeda dengan protagonis isekai pada umumnya yang seringkali digambarkan sebagai remaja antisosial, Renya membawa kebijaksanaan, ketenangan, dan kekejaman seorang veteran perang ke tubuh barunya yang kembali muda. Di dunia baru ini, dia diberikan berbagai kemampuan fisik dan sihir yang luar biasa. Namun, motivasi utama Renya bukanlah menjadi pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan sekadar ingin menikmati hidup kedua dengan makanan enak dan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sepenuhnya sebelumnya.
Karakteristik Unik Renya Kunugi
Salah satu daya tarik utama dari Nidome no Jinsei wo Isekai de adalah kepribadian Renya. Dia memiliki kode etik yang sangat pragmatis. Sebagai seseorang yang telah membunuh banyak musuh di kehidupan pertamanya, dia tidak memiliki keraguan moral untuk melenyapkan siapa pun yang mengancam ketenangannya. Hal ini menciptakan dinamika yang menarik dibandingkan dengan karakter utama isekai lain yang cenderung naif atau terlalu pemaaf.
Dunia Fantasi dan Sistem Kekuatan
Dunia tempat Renya bereinkarnasi dipenuhi dengan berbagai ras seperti peri, kurcaci, dan monster. Sistem kekuatan di sini cukup kompleks, di mana Renya menggunakan pemahamannya tentang teknik pedang kuno dan menggabungkannya dengan energi sihir tingkat tinggi. Penulis berhasil menggambarkan bagaimana pengalaman tempur dari dunia nyata dapat diadaptasi ke dalam mekanisme pertempuran fantasi yang memukau.

Kontroversi yang Menghambat Popularitas Global
Meskipun memiliki basis penggemar yang solid, Nidome no Jinsei wo Isekai de harus menghadapi badai besar pada tahun 2018. Rencana adaptasi anime yang sudah dijadwalkan tayang pada Oktober 2018 terpaksa dibatalkan secara mendadak. Hal ini dipicu oleh temuan netizen mengenai cuitan-cuitan lama sang penulis, Mine Main Kun, di Twitter (sekarang X) yang dianggap mengandung ujaran kebencian rasis terhadap negara Tiongkok dan Korea Selatan.
Cuitan tersebut tidak hanya merusak reputasi penulis, tetapi juga berdampak pada konten ceritanya sendiri. Beberapa bagian dalam novel dianggap menyindir sejarah konflik di dunia nyata dengan nada diskriminatif. Akibatnya, para pengisi suara (seiyuu) utama yang telah ditunjuk secara kolektif mengundurkan diri dari proyek anime tersebut. Hal ini memaksa komite produksi untuk membatalkan proyek secara total demi menghindari eskalasi boikot yang lebih luas.
"Industri kreatif Jepang sangat sensitif terhadap isu sejarah dan hubungan internasional, terutama jika menyangkut pasar besar seperti Tiongkok. Kasus Nidome no Jinsei wo Isekai de menjadi pelajaran berharga bagi para penulis di era digital."
Dampak Terhadap Publikasi Novel dan Manga
Penerbit Hobby Japan akhirnya mengambil tindakan tegas dengan menghentikan pengiriman volume novel cetak untuk sementara waktu. Sang penulis sendiri telah mengeluarkan permintaan maaf secara publik dan menghapus cuitan-cuitan bermasalah tersebut, namun kerusakannya sudah terlanjur meluas. Meskipun publikasi manga masih berlanjut di beberapa wilayah, momentum besar untuk menjadikannya waralaba anime papan atas telah hilang sepenuhnya.
Detail Publikasi Nidome no Jinsei wo Isekai de
Bagi Anda yang masih ingin mengikuti kisahnya, penting untuk mengetahui berbagai versi yang tersedia di pasar. Berikut adalah perbandingan antara format media yang telah dirilis:
| Aspek | Web Novel (WN) | Light Novel (LN) | Manga |
|---|---|---|---|
| Status | Tamat (Utama) | Hiatus/Terhenti | Masih Berjalan |
| Volume | 400+ Chapter | 18 Volume | 10+ Volume |
| Ilustrator | Tidak Ada | Kabocha | Satoru Abou |
| Fokus Cerita | Mentah & Detail | Lebih Rapi | Visual Aksi |
Perbedaan antara versi web novel dan light novel terletak pada penghalusan narasi dan pengurangan beberapa elemen yang dianggap terlalu sensitif. Versi manga memberikan visualisasi yang sangat baik terhadap desain karakter Renya dan Shion, membuatnya lebih mudah dinikmati bagi pembaca yang kurang menyukai format teks murni.

Elemen Menarik dalam Narasi Isekai yang Berbeda
Mengesampingkan kontroversinya, Nidome no Jinsei wo Isekai de tetap memiliki elemen penceritaan yang kuat. Salah satunya adalah eksplorasi tentang trauma perang dan bagaimana seseorang yang sudah lelah dengan kekerasan mencoba mencari kedamaian, meskipun takdir terus menyeretnya kembali ke medan laga. Hubungan antara Renya dengan karakter pendamping seperti Shion Femme Fatale dan Rona Chevalier memberikan sentuhan komedi dan romansa tipis yang menyeimbangkan intensitas cerita.
- World Building: Penulis membangun sistem politik antar kerajaan yang cukup masuk akal.
- Anti-Hero: Renya tidak ragu bertindak kejam jika diperlukan, memberikan perspektif berbeda dari pahlawan suci.
- Eksplorasi Kuliner: Mirip dengan seri isekai modern, aspek mencicipi makanan dunia baru menjadi hiburan tersendiri bagi protagonis.
- Teknik Pedang: Penjelasan teknis mengenai aliran pedang Renya memberikan kesan semi-realistis pada pertarungan sihir.
Menilai Relevansi Nidome no Jinsei wo Isekai de Saat Ini
Hingga saat ini, Nidome no Jinsei wo Isekai de tetap menjadi contoh nyata bagaimana integritas seorang kreator di dunia maya dapat menghancurkan peluang kesuksesan sebuah karya seni. Bagi pembaca baru, seri ini tetap menawarkan hiburan yang solid jika Anda mampu memisahkan antara karya dan perilaku pribadi penulisnya di masa lalu. Ceritanya memberikan kepuasan bagi mereka yang menyukai kiasan overpowered main character yang memiliki latar belakang yang gelap dan kelam.
Meskipun harapan untuk melihat adaptasi animenya di masa depan sangatlah kecil atau bahkan mustahil, warisan cerita ini tetap hidup melalui komunitas pembaca manga dan light novel yang masih setia mengikuti petualangan Renya. Jika Anda mencari kisah reinkarnasi dengan protagonis yang lebih dewasa, pragmatis, dan tidak takut mengotori tangannya, maka Nidome no Jinsei wo Isekai de adalah pilihan yang layak untuk dieksplorasi lebih dalam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow