Manga Iruma Kun dan Kisah Kehidupan Sekolah di Dunia Iblis

Manga Iruma Kun dan Kisah Kehidupan Sekolah di Dunia Iblis

Smallest Font
Largest Font

Dunia komik Jepang atau manga selalu menghadirkan premis yang unik, namun sedikit yang mampu memadukan unsur komedi, fantasi, dan pertumbuhan karakter seapik manga iruma kun. Serial yang memiliki judul asli Mairimashita! Iruma-kun ini merupakan karya brilian dari mangaka Osamu Nishi. Sejak pertama kali diserialisasikan dalam majalah Weekly Shōnen Champion pada tahun 2017, kisah ini telah mencuri perhatian jutaan pembaca secara global karena pendekatannya yang segar terhadap genre isekai dan kehidupan sekolah.

Cerita bermula dari nasib malang Iruma Suzuki, seorang remaja manusia berusia 14 tahun yang memiliki orang tua sangat tidak bertanggung jawab. Puncak penderitaannya terjadi ketika kedua orang tuanya menjual jiwa Iruma kepada iblis tingkat tinggi bernama Sullivan demi kekayaan materi. Namun, alih-alih dimakan atau disiksa, Iruma justru diangkat menjadi cucu oleh Sullivan yang sangat mendambakan kehadiran seorang anggota keluarga. Dari sinilah petualangan Iruma di dunia bawah dimulai, di mana ia harus menyembunyikan identitas manusianya sambil bersekolah di sekolah iblis Babyls.

Desain karakter manga Iruma Kun yang berwarna-warni
Berbagai karakter ikonik dalam manga Iruma Kun yang memberikan warna tersendiri dalam cerita.

Sinopsis dan Evolusi Alur Cerita yang Tak Terduga

Manga ini tidak hanya sekadar cerita tentang manusia yang tersesat di dunia asing. Inti dari manga iruma kun adalah tentang pencarian jati diri dan keberanian untuk melampaui batas diri sendiri. Iruma, yang terbiasa hidup menderita dan tidak bisa menolak permintaan orang lain, perlahan mulai belajar memiliki keinginan pribadi. Di sekolah Babyls, ia bertemu dengan berbagai macam iblis dengan kepribadian yang eksentrik, mulai dari yang sangat disiplin hingga yang sangat liar.

Seiring berjalannya bab demi bab, kita melihat bagaimana Iruma beradaptasi dengan budaya iblis yang sangat kompetitif. Ia secara tidak sengaja mendapatkan cincin gluttony yang memberinya kemampuan untuk menggunakan sihir. Meskipun awalnya ia hanya ingin hidup tenang dan tidak mencolok agar tidak dimakan oleh iblis lain, takdir berkata lain. Setiap tindakan heroik yang ia lakukan secara tidak sengaja justru membuatnya semakin populer dan naik ke peringkat yang lebih tinggi dalam hirarki iblis.

Karakter Utama yang Menghidupkan Suasana Babyls

Kekuatan utama dari seri ini terletak pada ansambel karakternya yang sangat solid. Setiap tokoh pendukung diberikan latar belakang dan perkembangan yang signifikan, sehingga pembaca merasa terikat secara emosional dengan perjalanan mereka.

Iruma Suzuki: Manusia dengan Hati Emas

Iruma adalah protagonis yang sangat relatable. Kemampuannya yang paling menonjol adalah "Overwhelming Crisis Evasion Capability" yang ia dapatkan karena harus bertahan hidup dari pola asuh orang tuanya yang ekstrem. Dalam dunia iblis yang penuh dengan kekerasan, sifat Iruma yang baik hati dan suka menolong justru menjadi anomali yang menarik perhatian banyak pihak, termasuk para petinggi di dunia bawah.

Asmodeus Alice dan Valac Clara

Duo ini adalah sahabat terdekat Iruma. Asmodeus Alice, iblis elit yang menguasai sihir api, awalnya menantang Iruma namun berakhir menjadi pengikutnya yang paling setia setelah kalah dalam duel. Sementara itu, Valac Clara membawa energi kekacauan yang murni dengan kemampuan sihirnya yang dapat mengeluarkan apa pun dari sakunya. Dinamika antara ketiganya menciptakan momen-momen komedi yang menyegarkan sekaligus mengharukan.

Trio utama Iruma, Alice, dan Clara
Iruma Suzuki bersama dua sahabat karibnya, Asmodeus Alice dan Valac Clara, di lingkungan sekolah Babyls.

Mengenal Sistem Peringkat Iblis di Dunia Bawah

Dalam manga iruma kun, kedudukan seorang iblis ditentukan oleh peringkat atau rank mereka. Peringkat ini sangat krusial karena menentukan hak istimewa, kekuatan, dan rasa hormat yang mereka terima di masyarakat. Peringkat ini diukur dari angka 1 hingga 10 menggunakan alfabet Ibrani kuno.

Peringkat (Rank)Nama SimbolStatus / Deskripsi
1AlephTingkat Pemula / Pelajar Dasar
2BethIblis dengan Kemampuan Teruji
3GimelIblis Kelas Menengah
4DalethIblis Berbakat
5HePangkat Elite di Kalangan Pelajar
6VavIblis Tingkat Lanjut
7ZayinPangkat Tinggi / Guru
8ChethPangkat Senior / Petinggi
9TethKandidat Raja Iblis
10YodhRaja Iblis (Maou)

Perjalanan Iruma untuk menaikkan peringkatnya dari Aleph hingga mencapai peringkat yang lebih tinggi menjadi salah satu daya tarik utama bagi pembaca. Setiap ujian kenaikan pangkat seringkali dibungkus dalam acara sekolah yang megah, seperti Festival Panen atau Festival Musik, yang menguji tidak hanya kekuatan fisik tetapi juga kecerdasan dan kerjasama tim.

Alur Cerita dan Arc Terbaik yang Wajib Disimak

Salah satu alasan mengapa manga iruma kun tetap segar adalah keberanian penulisnya, Osamu Nishi, untuk mengganti nada cerita dari komedi ringan menjadi aksi yang menegangkan. Beberapa arc yang dianggap sebagai mahakarya oleh para penggemar antara lain:

  • Arc Walter Park: Di mana para siswa kelas Iruma harus menghadapi ancaman monster sungguhan saat sedang berlibur di taman hiburan.
  • Arc Festival Panen: Sebuah kompetisi bertahan hidup di hutan belantara yang menguji insting iblis para siswa.
  • Arc Festival Musik: Iruma harus memimpin kelasnya dalam pertunjukan seni yang spektakuler untuk mendapatkan pengakuan dari seluruh sekolah.
  • Arc Siklus Jahat (Evil Cycle) Iruma: Iruma bertransformasi menjadi sosok yang lebih tegas, sombong, dan karismatik akibat pengaruh sihir, yang memberikan perspektif baru tentang potensinya sebagai pemimpin.
"Keinginan untuk melindungi orang lain seringkali merupakan motivasi yang lebih kuat daripada sekadar keinginan untuk berkuasa." - Sebuah kutipan yang mencerminkan filosofi di balik perjalanan Iruma di dunia bawah.

Kualitas Seni dan Visual yang Memanjakan Mata

Osamu Nishi memiliki gaya gambar yang sangat dinamis. Panel-panel dalam manga iruma kun mampu menyampaikan emosi karakter dengan sangat kuat, terutama saat adegan komedi di mana ekspresi wajah karakter seringkali digambarkan secara berlebihan namun tetap estetis. Selain itu, desain lingkungan sekolah Babyls dan berbagai makhluk iblis di dalamnya menunjukkan imajinasi yang luar biasa luas.

Warna-warna yang digunakan dalam ilustrasi sampul dan halaman berwarna juga sangat kontras dan berani, mencerminkan sifat dunia iblis yang flamboyan namun penuh misteri. Detail pada kostum karakter, terutama saat acara formal atau festival, menunjukkan ketelitian sang mangaka dalam membangun dunia fantasi yang imersif.

Iruma Suzuki dalam mode Evil Cycle
Transformasi Iruma saat memasuki fase 'Siklus Jahat' yang mengubah kepribadiannya menjadi lebih dominan.

Mengapa Manga Ini Relevan bagi Pembaca Modern?

Di tengah banyaknya manga bertema power fantasy yang cenderung repetitif, manga iruma kun menawarkan sesuatu yang berbeda. Serial ini menekankan pada pentingnya empati, kerja keras, dan bagaimana lingkungan yang suportif dapat mengubah seseorang menjadi lebih baik. Iruma tidak menjadi kuat secara instan; ia melewati proses belajar, kegagalan, dan refleksi diri.

Selain itu, hubungan romansa yang diselipkan secara tipis-tipis antara Iruma dengan Azazel Ameri (ketua OSIS) memberikan dinamika yang manis tanpa mendominasi plot utama. Keseimbangan antara elemen komedi, aksi, dan drama kehidupan sekolah inilah yang membuat seri ini memiliki basis penggemar yang sangat loyal di seluruh dunia.

Masa Depan Iruma Suzuki di Takhta Raja Iblis

Spekulasi mengenai apakah Iruma akan benar-benar menjadi Raja Iblis berikutnya terus menjadi topik hangat di kalangan komunitas pembaca. Berdasarkan ramalan dan petunjuk yang tersebar sepanjang cerita, ada indikasi kuat bahwa keberadaan Iruma di dunia bawah bukanlah sebuah kebetulan semata. Ia tampaknya memiliki kaitan erat dengan Raja Iblis sebelumnya yang menghilang, Derkila.

Dengan perkembangan plot yang semakin serius dan taruhan yang semakin tinggi, membaca manga iruma kun adalah sebuah investasi waktu yang sangat berharga bagi penggemar genre fantasi. Kita tidak hanya diajak melihat Iruma naik peringkat, tetapi juga melihat bagaimana ia perlahan-lahan mengubah tatanan sosial dunia iblis menjadi tempat yang lebih penuh kasih sayang tanpa menghilangkan esensi keiblisannya. Keberhasilan seri ini membuktikan bahwa narasi yang baik dan pembangunan karakter yang mendalam tetap menjadi kunci utama dalam memenangkan hati pembaca di era digital ini.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow