Kingdom 720 - Strategi Jenius Riboku dan Nasib Pasukan Kanki

Kingdom 720 - Strategi Jenius Riboku dan Nasib Pasukan Kanki

Smallest Font
Largest Font

Manga Kingdom 720 membawa pembaca ke dalam salah satu momen paling krusial dan mendebarkan dalam sejarah panjang invasi Qin ke wilayah Zhao. Setelah melalui berbagai kemenangan yang gemilang, pasukan Qin yang dipimpin oleh Jenderal Kanki harus berhadapan dengan realitas pahit yang telah disiapkan secara rapi oleh sang jenius militer dari Zhao, Riboku. Dalam bab ini, ketegangan mencapai puncaknya saat strategi pengepungan besar-besaran mulai menampakkan taringnya, menguji ketahanan mental dan fisik para prajurit Qin yang terjebak dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan.

Narasi yang dibangun oleh Yasuhisa Hara dalam Kingdom 720 tidak sekadar menyajikan aksi pertempuran fisik, melainkan sebuah simfoni taktis yang memperlihatkan perbedaan ideologi antara Riboku yang metodis dan Kanki yang oportunistik. Keadaan di medan perang Gian berubah menjadi neraka bagi infanteri Qin, di mana jumlah pasukan Zhao yang berlipat ganda mulai menelan garis pertahanan depan. Fokus utama dalam bab ini terletak pada bagaimana unit-unit elit seperti Hi Shin Unit mencoba melakukan manuver mustahil di tengah badai serangan panah dan kavaleri musuh yang tidak ada habisnya.

Strategi pertempuran Gian dalam manga Kingdom
Peta pergerakan pasukan Zhao yang mengurung unit Qin di wilayah Gian.

Analisis Taktis Pengepungan Riboku di Gian

Keunggulan numerik adalah senjata utama yang digunakan Riboku dalam Kingdom 720. Sejak awal invasi ke arah utara dimulai, Riboku telah memanipulasi informasi sedemikian rupa sehingga Ousen dan Kanki percaya bahwa mereka menghadapi pertahanan yang lemah. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Zhao telah mengumpulkan pasukan dari berbagai garnisun rahasia yang tidak terdeteksi oleh intelijen Qin. Hal ini menciptakan situasi di mana Qin terkepung oleh hampir dua kali lipat jumlah pasukan mereka sendiri.

Taktik Riboku di sini sangatlah sistematis. Dia tidak langsung menghancurkan pusat komando Kanki, melainkan memotong jalur komunikasi dan logistik antar unit. Akibatnya, Shin dan pasukannya terisolasi dari koordinasi utama. Dalam pandangan militer objektif, pengepungan ini adalah contoh sempurna dari taktik Encirclement and Annihilation. Riboku memahami bahwa kunci untuk mengalahkan Kanki bukanlah dengan adu otot, melainkan dengan menghilangkan ruang gerak yang biasanya dimanfaatkan Kanki untuk melakukan serangan psikologis yang tidak terduga.

Perbandingan Kekuatan Militer di Pertempuran Gian

Untuk memahami betapa gentingnya situasi dalam Kingdom 720, kita perlu melihat perbandingan data estimasi kekuatan yang terlibat dalam konflik ini. Data berikut menunjukkan ketimpangan yang membuat banyak penggemar meragukan keselamatan unit utama Qin.

Aspek Kekuatan Pasukan Qin (Kanki & Shin) Pasukan Zhao (Riboku)
Jumlah Personel Sekitar 140.000 Sekitar 310.000
Keunggulan Medan Sangat Rendah (Area Asing) Sangat Tinggi (Tanah Kelahiran)
Kondisi Psikologis Terkejut & Tertekan Percaya Diri & Terorganisir
Pemimpin Kunci Kanki, Shin, Mouten Riboku, Shunsuiju, Bananji

Eskalasi Konflik dan Perlawanan Hi Shin Unit

Meskipun dalam posisi terjepit, Kingdom 720 menunjukkan mengapa Shin merupakan protagonis yang memiliki insting perang yang luar biasa. Di saat kavaleri Zhao mulai merangsek masuk, Shin segera menyadari bahwa tetap dalam formasi defensif hanya akan membawa mereka pada kematian perlahan. Dia mengambil keputusan berisiko untuk melakukan serangan balik frontal. Kyoukai, dengan kemampuan tempurnya yang supranatural, menjadi ujung tombak yang memberikan sedikit celah bagi pasukan Qin untuk bernapas.

Namun, Riboku telah memprediksi hal ini. Setiap gerakan balasan dari Qin seolah-olah sudah tertulis dalam buku rencana Riboku. Ketegangan psikologis sangat terasa ketika para komandan Qin mulai meragukan perintah Kanki yang terlihat sangat tenang—atau mungkin terlalu tenang—di tengah kekacauan tersebut. Keheningan Kanki dalam bab ini memicu banyak spekulasi di kalangan pembaca; apakah dia sedang menyiapkan jebakan balik ataukah dia benar-benar telah mencapai batas kemampuannya sebagai seorang jenderal?

Shin melakukan serangan terhadap pasukan Zhao
Momentum Shin saat memimpin serangan balik untuk menembus kepungan Zhao.
"Perang bukan hanya tentang siapa yang memiliki pedang paling tajam, tapi tentang siapa yang mampu menjaga kewarasannya di tengah keputusasaan yang absolut." - Sebuah refleksi atas kondisi Qin di bab ini.

Signifikansi Kingdom 720 terhadap Alur Cerita Kedepan

Dampak dari peristiwa dalam Kingdom 720 sangatlah masif. Kegagalan Qin di Gian akan mengakibatkan hilangnya momentum yang sudah dibangun selama bertahun-tahun sejak kemenangan di Gyou. Jika Kanki kalah di sini, ini akan menjadi kekalahan besar pertama bagi Six Great Generals sistem baru Qin. Hal ini tentu akan merusak prestise Raja Ei Sei dan memperlambat ambisi penyatuan Tiongkok secara keseluruhan.

Selain itu, perkembangan karakter Shin diuji secara ekstrem. Dia dipaksa untuk memimpin dalam kondisi yang paling tidak mungkin untuk menang. Di sisi lain, Riboku kembali membuktikan mengapa dia dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Qin, bahkan melampaui kekuatan fisik jenderal manapun. Bab ini mempertegas bahwa di tanah Zhao, Riboku adalah sosok yang hampir mustahil untuk dikalahkan jika dia memiliki waktu untuk bersiap.

Riboku memantau jalannya pertempuran dari kejauhan
Riboku dengan tenang memantau jalannya strategi pengepungan dari atas bukit komando.
  • Insting Kanki: Banyak yang percaya Kanki sengaja membiarkan pasukannya hancur untuk menciptakan kekacauan yang bisa ia manfaatkan nanti.
  • Kekuatan Baru Zhao: Munculnya jenderal-jenderal baru dari wilayah Seika yang memperkuat barisan Riboku.
  • Nasib Mouten: Unit Gaku Ka berada dalam posisi yang sama sulitnya dengan Hi Shin Unit, memaksa kerjasama antar unit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Masa Depan Invasi Qin di Tanah Zhao

Melihat perkembangan di Kingdom 720, sulit untuk tidak merasa cemas terhadap nasib para karakter favorit kita. Namun, sejarah (dan gaya penulisan Hara) seringkali memberikan kejutan di saat-saat terakhir. Rekomendasi bagi para pembaca adalah untuk memperhatikan detail kecil pada ekspresi wajah Kanki di panel-panel terakhir. Ada kemungkinan besar bahwa Kanki telah menyiapkan strategi 'perang kotor' yang menjadi ciri khasnya, yang mungkin akan melibatkan sabotase dari dalam atau pemanfaatan medan yang tidak terpikirkan oleh Riboku.

Secara keseluruhan, bab ini adalah mahakarya dalam hal pembangunan tensi dan eksposisi strategi. Bagi Anda yang mengikuti seri ini secara rutin, Kingdom 720 merupakan pengingat bahwa dalam peperangan era Negara-Negara Berperang, jumlah pasukan seringkali kalah oleh kecerdikan taktis dan keteguhan hati. Qin mungkin sedang berdarah-darah sekarang, namun sejarah mencatat bahwa mereka tidak akan berhenti sampai seluruh daratan tunduk di bawah satu bendera. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah mereka akan menang di Gian, tetapi berapa harga yang harus mereka bayar untuk selamat dari jebakan maut Riboku ini.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow