Kengan Omega 122 Menampilkan Duel Epik Fei Wangfang dan Wakatsuki

Kengan Omega 122 Menampilkan Duel Epik Fei Wangfang dan Wakatsuki

Smallest Font
Largest Font

Serial manga bela diri populer garapan Sandrovich Yabako kembali mencapai titik didihnya dalam rilis terbaru kengan omega 122. Bab ini bukan sekadar kelanjutan dari turnamen antara Kengan Association melawan Purgatory, melainkan sebuah pengungkapan besar yang telah dinanti-nantikan oleh para penggemar selama bertahun-tahun. Fokus utama tertuju pada arena di mana Fei Wangfang, yang sebelumnya dikenal sebagai 'The Toad' dari Tiga Dewa Iblis Purgatory, akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya sebagai 'Tiger's Vessel'.

Ketegangan yang terbangun sejak awal kompetisi memuncak ketika Fei berhadapan dengan salah satu petarung terkuat dari kubu Kengan, yaitu Wakatsuki Takeshi yang dijuluki 'The Wild Tiger'. Sejak bab-bab sebelumnya, pembaca telah diberikan petunjuk halus bahwa Fei memiliki kemampuan yang melampaui teknik kickboxing biasa. Namun, apa yang terjadi di dalam kengan omega 122 benar-benar mendefinisikan ulang skala kekuatan (power scaling) dalam semesta Kengan, sekaligus memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi Wakatsuki yang dikenal memiliki kepadatan otot super.

Fei Wangfang menggunakan teknik Niko Style di Kengan Omega 122
Fei Wangfang mendominasi jalannya laga dengan variasi teknik Niko Style yang unik.

Misteri Identitas Fei Wangfang Sebagai Tiger Vessel

Identitas mengenai siapa sebenarnya sosok 'Tiger's Vessel' telah menjadi misteri sentral sejak akhir seri Kengan Ashura. Dalam kengan omega 122, spekulasi tersebut berakhir dengan konfirmasi yang mengejutkan. Fei Wangfang mengakui bahwa dia adalah murid dari 'Niko yang lain' (The Other Niko), sosok yang bertanggung jawab atas pengembangan teknik-teknik terlarang yang juga pernah dipelajari oleh Ohma Tokita dan mendiang Kiryu Setsuna.

Berbeda dengan Ohma yang menggunakan Niko Style versi Ohma Niko (Niko yang baik), Fei menunjukkan variasi teknik yang jauh lebih ofensif dan fleksibel. Dia menggabungkan empat pilar Niko Style—Adamantine, Flame, Redirection, dan Water Kata—dengan cara yang sangat mulus, membuat Wakatsuki kesulitan untuk mendaratkan serangan telak. Kemampuan Fei dalam memanipulasi aliran energi dan kekuatan lawan menjadikannya lawan yang sangat berbahaya, bahkan bagi veteran berpengalaman seperti Wakatsuki.

Transformasi Divine Demon yang Mengguncang Arena

Salah satu poin paling krusial dalam kengan omega 122 adalah penggunaan teknik Divine Demon (Iblis Dewa). Teknik ini merupakan kombinasi mengerikan antara Possessing Spirit (Advance) dan Fallen Demon. Jika Advance meningkatkan detak jantung untuk menambah kecepatan dan kekuatan fisik, dan Fallen Demon meningkatkan persepsi kognitif hingga waktu terasa melambat, maka Divine Demon menggabungkan keduanya ke level yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Efek visual yang digambarkan dalam manga menunjukkan Fei dengan aura yang meledak-ledak dan pembuluh darah yang menonjol, namun tetap mempertahankan ketenangan mental yang dingin—sesuatu yang sulit dilakukan oleh pengguna Advance biasa. Hal ini membuktikan bahwa Fei memiliki bakat genetik yang luar biasa untuk menahan beban dari teknik terlarang tersebut tanpa langsung kehilangan kesadaran atau kendali diri.

Ketahanan Luar Biasa Wakatsuki Takeshi Menghadapi Niko Style

Meskipun digempur habis-habisan oleh kecepatan Fei, Wakatsuki Takeshi sekali lagi membuktikan mengapa dia adalah simbol kekuatan murni di Kengan Association. Di kengan omega 122, Wakatsuki tidak panik meskipun tubuhnya menjadi samsak tinju bagi teknik Niko Style Fei yang sangat presisi. Sebagai petarung dengan sindrom kepadatan otot (Superman Syndrome), tubuh Wakatsuki memiliki ketahanan yang jauh melampaui manusia normal.

Strategi Wakatsuki adalah 'menahan dan membalas'. Dia tahu bahwa teknik transformasi seperti Divine Demon pasti memiliki batas waktu atau risiko fisik yang besar bagi penggunanya. Wakatsuki mencoba memaksa Fei untuk bertarung dalam jarak dekat agar dia bisa melepaskan teknik pamungkasnya, Blast Core. Namun, mobilitas Fei yang luar biasa berkat Flame Kata membuat rencana tersebut sulit untuk dieksekusi dengan sempurna.

Wakatsuki Takeshi bersiap melepaskan Blast Core
Wakatsuki Takeshi tetap kokoh berdiri meski menerima serangan bertubi-tubi dari Fei Wangfang.

Tabel Perbandingan Kekuatan: Fei Wangfang vs Wakatsuki Takeshi

Aspek Perbandingan Fei Wangfang Wakatsuki Takeshi
Gaya Bertarung Niko Style (Modern/Variant) Karate Penuh Kontak & Grappling
Kemampuan Unik Divine Demon (Iblis Dewa) Superman Syndrome (Otot Padat)
Kelebihan Utama Kecepatan & Redirection Luar Biasa Daya Tahan & Kekuatan Pukulan Mutlak
Kelemahan Beban Fisik Teknik Terlarang Kesulitan Melawan Teknik Redirection

Analisis Teknik dan Power Scaling di Chapter 122

Secara naratif, kengan omega 122 berfungsi sebagai pembanding kekuatan bagi protagonis kita, Ohma Tokita. Dengan melihat betapa dominannya Fei Wangfang, pembaca diajak untuk bertanya-tanya seberapa jauh perkembangan Ohma setelah kembali dari kematiannya. Fei Wangfang seolah-olah menjadi 'versi gelap' dari Ohma yang tidak memiliki hambatan moral dalam menggunakan teknik-teknik yang merusak tubuh.

"Kekuatan sejati bukanlah tentang seberapa banyak teknik yang kau kuasai, melainkan bagaimana kau bisa tetap berdiri saat tubuhmu memerintahkanmu untuk menyerah."

Kutipan implisit dari filosofi bertarung Wakatsuki ini terlihat jelas dalam bab ini. Meskipun Fei terlihat seperti 'dewa' di atas ring, Wakatsuki tetap menjadi 'manusia' yang mampu memberikan ancaman nyata. Hal ini menciptakan dinamika pertarungan yang sangat menarik; antara keajaiban teknik bela diri mistis melawan kekuatan fisik murni yang dilatih selama puluhan tahun.

Suasana arena turnamen Kengan vs Purgatory
Ketegangan menyelimuti penonton di arena saat kedua petarung saling bertukar serangan mematikan.

Dampak Pertarungan Terhadap Alur Cerita Mendatang

Hasil dari bab ini memberikan implikasi besar bagi kelanjutan alur cerita. Purgatory bukan lagi sekadar organisasi pesaing, melainkan tempat bersemayamnya sel-sel dari faksi 'Worm' yang sangat berbahaya. Pengungkapan Fei sebagai murid Niko yang lain memperluas lore tentang sejarah gelap Niko Style dan persaingan berdarah antara para praktisinya. Selain itu, kondisi fisik Fei setelah menggunakan Divine Demon akan menjadi faktor penentu apakah dia bisa bertahan dalam jangka panjang atau berakhir tragis seperti pengguna Advance lainnya.

Bagi Wakatsuki, pertarungan ini adalah ujian terberatnya sejak kalah dari Ohma Tokita di turnamen Kengan Ashura. Jika dia berhasil memenangkan pertandingan ini—meskipun secara teknis atau melalui diskualifikasi—itu akan mengukuhkan posisinya sebagai legenda yang tak tergoyahkan. Namun, jika Fei berhasil menjatuhkannya, maka era baru kekuatan di bawah bayang-bayang Tiger's Vessel akan dimulai secara resmi.

Sebagai penutup dari analisis mendalam ini, rilisnya kengan omega 122 sekali lagi membuktikan kepiawaian Sandrovich Yabako dalam meramu koreografi pertarungan yang intens dengan perkembangan karakter yang bermakna. Bagi para pembaca, bab ini adalah pengingat bahwa dalam dunia Kengan, tidak ada yang benar-benar aman, dan batas antara kawan serta lawan seringkali kabur oleh ambisi untuk menjadi yang terkuat. Kita hanya bisa menunggu apakah ketahanan baja Wakatsuki mampu mematahkan kesombongan teknik Divine Demon milik Fei dalam kelanjutan bab berikutnya yang pastinya akan jauh lebih eksplosif dari kejadian di kengan omega 122.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow