Boruto Chapter 80 Menghadirkan Perubahan Besar Dunia Shinobi

Boruto Chapter 80 Menghadirkan Perubahan Besar Dunia Shinobi

Smallest Font
Largest Font

Boruto Chapter 80 merupakan salah satu tonggak sejarah paling krusial dalam narasi manga yang ditulis oleh Masashi Kishimoto dan diilustrasikan oleh Mikio Ikemoto. Bab ini bukan sekadar kelanjutan cerita biasa, melainkan sebuah kulminasi emosional yang mengubah seluruh fondasi kehidupan Boruto Uzumaki. Setelah kekuatan Eida yang luar biasa, yakni Zenno atau Omnipotence, aktif di bab sebelumnya, kita melihat bagaimana realitas diputarbalikkan secara total. Boruto, yang sebelumnya adalah putra pahlawan desa, kini mendapati dirinya sebagai musuh publik nomor satu di Konohagakure.

Dampak dari manipulasi ingatan massal ini menciptakan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam seri ini. Penduduk desa, termasuk teman-teman dekat Boruto, kini percaya bahwa Boruto adalah orang asing yang membunuh Naruto Uzumaki. Sebaliknya, Kawaki kini dianggap sebagai anak kandung Naruto yang sah. Di sinilah letak kecerdasan penulisan Boruto Chapter 80, di mana pembaca dipaksa melihat perjuangan mental sang protagonis yang kehilangan segalanya dalam sekejap mata namun tetap berusaha mempertahankan jati dirinya sebagai seorang ninja.

Tragedi Manipulasi Realitas dan Perburuan Boruto Uzumaki

Fokus utama dalam bagian awal bab ini adalah kepanikan yang melanda Konohagakure. Tim pengejar dikerahkan untuk menangkap Boruto yang dituduh melakukan pengkhianatan besar. Kekuatan Eida Omnipotence benar-benar bekerja secara absolut; hampir semua orang terpengaruh oleh kekuatan ini, kecuali mereka yang memiliki darah Otsutsuki atau alasan misterius lainnya seperti Sarada dan Sumire. Ketegangan meningkat saat Shikamaru mengoordinasikan pengepungan, membuat posisi Boruto semakin terdesak di tengah hutan pinggiran desa.

Menariknya, meskipun seluruh dunia memandangnya dengan kebencian, Boruto tidak menunjukkan niat untuk membalas dendam dengan kekerasan. Ia memahami bahwa orang-orang yang mengejarnya hanyalah korban dari kekuatan yang tidak mereka pahami. Hal ini menunjukkan pertumbuhan karakter yang signifikan bagi Boruto, beralih dari seorang anak yang haus perhatian menjadi seorang shinobi dewasa yang siap memikul beban kebencian demi kebaikan yang lebih besar.

Ilustrasi kekuatan Zenno milik Eida yang mengubah dunia
Kekuatan Zenno milik Eida yang secara fundamental mengubah sejarah dan ingatan penduduk dunia ninja.

Kebangkitan Mangekyou Sharingan Sarada Uchiha

Momen yang paling banyak dibicarakan oleh penggemar dalam Boruto Chapter 80 tentu saja adalah kebangkitan Sarada Mangekyou Sharingan. Ini adalah peristiwa yang sangat langka dan signifikan dalam sejarah klan Uchiha. Berbeda dengan pendahulunya seperti Sasuke atau Itachi yang membangkitkan mata ini melalui trauma kehilangan orang yang dicintai akibat kematian, Sarada membangkitkannya melalui rasa putus asa yang mendalam untuk menyelamatkan temannya.

Sarada adalah satu dari sedikit orang yang tidak terkena efek manipulasi ingatan Eida. Melihat Boruto disudutkan dan hampir dibunuh oleh ayahnya sendiri, Sasuke, Sarada melakukan permohonan yang sangat emosional. Ia memohon kepada Sasuke untuk membantu Boruto, meskipun ingatan Sasuke sendiri telah terdistorsi. Tangisan dan keputusasaan Sarada inilah yang memicu perubahan pada pupil matanya, membentuk pola Mangekyou yang unik seperti matahari atau kelopak bunga.

Simbolisme di Balik Mata Sarada

Mangekyou Sharingan Sarada memiliki desain yang berbeda dari pola-pola sebelumnya. Banyak teori menyebutkan bahwa pola ini melambangkan harapan atau cahaya di tengah kegelapan, selaras dengan tekadnya untuk menjadi Hokage. Kebangkitan ini juga membuktikan bahwa kasih sayang dan keinginan kuat untuk melindungi bisa menjadi katalisator kekuatan Uchiha, bukan hanya kebencian.

KarakterStatus Sebelum Zenno (Omnipotence)Status Sesudah Zenno (Chapter 80)
Boruto UzumakiPutra Hokage & Pahlawan DesaBuronan Internasional & Pembunuh Naruto
KawakiAnak Angkat & Orang AsingPutra Kandung Naruto (Kawaki Uzumaki)
Sasuke UchihaMentor & Pelindung DesaPendukung Pengkhianat (Membantu Boruto)
Sarada UchihaGenin BerbakatSatu-satunya yang Tahu Kebenaran
Naruto UzumakiHokage Ketujuh AktifTersegel di Dimensi Daikokuten

Tabel di atas menunjukkan betapa drastisnya perubahan status kuo yang terjadi. Perubahan ini memberikan lapisan konflik baru yang sangat kaya untuk dieksplorasi dalam kelanjutan cerita nantinya.

Keputusan Krusial Sasuke Uchiha dan Pengaruh Sarada

Salah satu momen paling heroik dalam Boruto Chapter 80 adalah ketika Sasuke Uchiha memilih untuk mempercayai putrinya dibandingkan ingatannya sendiri. Sasuke mengakui bahwa ingatannya mengatakan Boruto adalah musuh, namun perasaannya terhadap ketulusan Sarada dan fakta bahwa Sarada membangkitkan Mangekyou Sharingan membuatnya mengambil keputusan berisiko tinggi. Sasuke memilih untuk menyelamatkan Boruto dari kejaran ninja Konoha.

"Jika putriku sampai membangkitkan Mangekyou Sharingan hanya untuk meminta bantuanku, maka aku tidak punya pilihan selain mempercayainya, terlepas dari apa yang dikatakan oleh ingatanku sendiri." - Sasuke Uchiha (Parafrase)

Tindakan Sasuke ini mencerminkan loyalitas seorang ayah dan mentor yang luar biasa. Ia bahkan memberikan jubah dan pelindung kepalanya kepada Boruto, sebuah simbol bahwa ia mewariskan semangat shinobi kepada muridnya. Kerja sama antara Sasuke dan Boruto dalam pelarian ini menjadi fondasi utama bagi apa yang akan kita lihat di era Two Blue Vortex.

Sasuke dan Boruto bersiap meninggalkan Konoha
Sasuke Uchiha memutuskan untuk membawa Boruto keluar dari desa demi melindungi dan melatihnya di masa pelarian.

Dialog Antara Boruto dan Momoshiki Otsutsuki

Di tengah kekacauan tersebut, Momoshiki Otsutsuki terus berusaha mematahkan semangat Boruto. Momoshiki merasa menang karena ramalannya tentang Boruto yang akan kehilangan segalanya telah menjadi kenyataan. Ia mencoba menghasut Boruto untuk menyerah pada keputusasaan sehingga ia bisa mengambil alih tubuhnya secara permanen. Namun, tanggapan Boruto justru di luar dugaan Momoshiki.

Boruto menunjukkan keteguhan mental yang luar biasa. Ia menyatakan bahwa ia adalah seorang ninja dan keturunan dari Naruto Uzumaki. Alih-alih meratapi nasibnya, Boruto menerima kenyataan pahit ini sebagai ujian baru. Semangat pantang menyerah ini membuat Momoshiki tampak frustrasi karena subjek wadahnya memiliki mentalitas yang jauh lebih kuat dari yang ia perkirakan. Interaksi ini menegaskan bahwa inti dari cerita Boruto adalah tentang perjuangan untuk tetap menjadi manusia di tengah takdir Otsutsuki yang kelam.

Dialog antara Momoshiki dan Boruto mengenai takdir
Momoshiki Otsutsuki yang mencoba memanfaatkan keputusasaan Boruto namun gagal total.

Membuka Gerbang Menuju Era Baru yang Lebih Gelap

Pada akhirnya, Boruto Chapter 80 menutup bagian pertama dari seri ini dengan catatan yang sangat kuat. Tidak ada lagi kehidupan sekolah yang ceria atau misi-misi Genin yang ringan. Dunia telah berubah menjadi tempat yang sangat tidak ramah bagi sang protagonis utama. Dengan Boruto dan Sasuke yang kini resmi menjadi pelarian (rogue ninja), pembaca dipersiapkan untuk lonjakan waktu atau time skip yang akan membawa kita ke era remaja para karakter ini.

Vonis akhir untuk bab ini adalah sebuah mahakarya narasi yang berhasil mengeksekusi transisi genre dari petualangan remaja menjadi drama psikologis dan aksi yang lebih gelap. Rekomendasi saya bagi para penggemar adalah untuk memperhatikan detail kecil pada mata Mangekyou Sarada dan perubahan sikap Kawaki, karena hal ini akan menjadi kunci utama dalam sekuelnya. Kita kini berdiri di ambang era Two Blue Vortex, di mana Boruto Chapter 80 telah meletakkan semua kartu di atas meja untuk pertarungan takdir yang tak terelakkan di masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow