Review Manga Shuumatsu no Harem: Baca Atau Lewati?
Jujur saja, awalnya saya kira Shuumatsu no Harem ini cuma manga ecchi murahan yang jual fan service doang. Premisnya, 99.9% pria punah dan satu-satunya harapan ada di beberapa pria yang selamat? Klise banget, kan? Tapi setelah nekat coba baca manga Shuumatsu no Harem sampai tamat, ternyata ada beberapa hal yang bikin saya kaget, baik positif maupun negatif.
Premis Menggoda, Eksekusi yang... Agak Goyang
Ide dasarnya memang jenius untuk menarik perhatian. Bayangkan, Anda bangun dari tidur panjang (cryosleep) dan dunia sudah berubah total. Pria hampir musnah karena 'Man-Killer Virus', dan Anda sebagai salah satu dari sedikit pria yang tersisa punya 'tugas' mulia untuk mempopulasi ulang bumi. Siapa sih yang nggak penasaran? Awalnya, saya menikmati bagaimana dunia post-apocalyptic ini dibangun. Ada faksi-faksi, ada konspirasi, dan ada tensi politik di antara para wanita yang berkuasa.
Tapi, seiring berjalannya cerita, fokusnya terasa agak goyang. Kadang kita disajikan plot serius tentang mencari obat virus, tapi di halaman berikutnya langsung banting setir ke adegan 'wajib' yang, yaa... begitulah. Ritme ini yang menurut saya jadi masalah utama. Eksekusinya seringkali terasa lebih mementingkan fan service ketimbang kemajuan plot yang konsisten.

Bukan Sekadar Fan Service, Ada Plot Sains-Fiksinya Juga Kok
Meskipun kritik saya tadi terdengar pedas, bukan berarti manga ini isinya 'kosong'. Di balik semua adegan yang bikin dahi berkerut itu, sebenarnya ada plot misteri dan sains-fiksi yang cukup solid. Pertanyaan seputar asal-usul Virus MK, siapa dalang di baliknya, dan tujuan sebenarnya dari proyek 'repopulasi' ini jadi motor penggerak cerita yang bikin saya tetap lanjut membaca.
Menurut saya, bagian konspirasi dan misteri virus MK inilah yang sebenarnya jadi 'daging' cerita. Sayangnya, seringkali tertutup oleh adegan-adegan yang... yah, Anda tahu lah. Ini yang bikin manga ini kadang terasa frustrasi untuk diikuti, serasa nonton film thriller tapi setiap 5 menit ada jeda iklan sabun colek.
Jadi, kalau Anda bisa sedikit 'menyaring' dan fokus pada benang merah utamanya, Shuumatsu no Harem menawarkan sebuah teka-teki yang cukup menarik untuk dipecahkan.
Karakter Utama: Antara Simpati dan Gregetan
Cerita ini punya dua protagonis utama dengan pendekatan yang 180 derajat berbeda:
- Reito Mizuhara: Si ilmuwan setia yang menolak ikut 'program' karena ingin bertemu kembali dengan cinta sejatinya. Saya bersimpati dengan perjuangannya, tapi di sisi lain karakternya terasa terlalu 'lurus' dan naif untuk situasi gila yang dia hadapi.
- Shota Doi: Nah, ini kebalikannya. Dia adalah representasi 'apa yang akan dilakukan pria normal di situasi itu'. Karakternya oportunis, mesum, tapi justru seringkali terasa lebih manusiawi dan jadi sumber komedi di tengah cerita yang gelap.
Interaksi antara kedua sudut pandang ini cukup menarik, meskipun pengembangan karakter-karakter wanitanya terasa agak dangkal. Kebanyakan dari mereka hanya berfungsi sebagai 'alat' untuk plot atau fan service, yang jujur saja agak disayangkan.

Kelebihan vs Kekurangan: Mari Kita Bedah
Biar adil, mari kita jejerkan plus dan minus dari pengalaman saya baca manga Shuumatsu no Harem ini dalam sebuah tabel.
| Kelebihan (Pros) | Kekurangan (Cons) |
|---|---|
| Premis awal yang sangat unik dan 'menjual'. | Pacing cerita yang tidak konsisten, sering melompat antara plot serius dan fan service. |
| Plot misteri dan konspirasi yang cukup menarik untuk diikuti. | Porsi fan service yang berlebihan hingga menutupi potensi cerita utamanya. |
| Kualitas gambar (artwork) oleh LINK dan Kotaro Shono sangat bagus dan detail. | Karakter-karakter wanita cenderung satu dimensi dan kurang pengembangan. |
| Kontras antara dua protagonis utama memberikan dinamika yang menarik. | Ending yang mungkin terasa terburu-buru bagi sebagian pembaca. |

Jadi, Layak Dibaca Sampai Halaman Terakhir?
Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Shuumatsu no Harem adalah manga yang sangat polarisasi. Anda bisa sangat menyukainya atau justru sangat membencinya. Tidak ada area abu-abu. Rekomendasi final dari saya begini:
- Baca jika: Anda mencari hiburan 'guilty pleasure' yang tidak perlu dipikir berat, menikmati manga dengan bumbu ecchi dan fan service yang kental, serta cukup sabar untuk mengikuti plot misteri yang terselip di antaranya.
- Hindari jika: Anda alergi dengan fan service yang gamblang dan berlebihan, mencari pengembangan karakter yang mendalam, atau menginginkan cerita post-apocalyptic yang fokus dan serius tanpa 'gangguan'.
Pada akhirnya, keputusan untuk baca manga Shuumatsu no Harem ada di tangan Anda. Anggap saja ini seperti makan makanan super pedas, ada sensasi tersendiri tapi jelas bukan untuk semua orang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow